Kamis, 05 Mei 2011

Setuju atau Tidaknya Suatu Negara dikatakan Sejahtera jika diukur berdasarkan Pendapatan Nasional ?

Nama : Arietsya Lisvinanda

Kelas : 1EB21

NPM : 29210229

Pengertian Pendapatan Nasional

Konsep pendapatan nasional pertama kali dicetuskan oleh Sir William Petty dari Inggris yang berusaha menaksir pendapatan nasional negaranya(Inggris) pada tahun 1665.alat utama sebagai pengukur kegiatan perekonomian adalah Produk Nasional Bruto (Gross National Product, GNP), yaitu seluruh jumlah barang dan jasa yang dihasilkan tiap tahun oleh negara yang bersangkutan diukur menurut harga pasar pada suatu negara.

Pendapatan nasional adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh seluruh rumah tangga keluarga (RTK) di suatu negara dari penyerahan faktor-faktor produksi dalam satu periode,biasanya selama satu tahun. Pendapatan nasional secara sederhana dapat diartikan sebagai jumlah pendapatan masyarakat suatu negara dalam periode tertentu (biasanya satu tahun).

Jika dilihat dari jumlah barang atau jasa yang dihasilkan, produk nasional dikelompokkan menjadi Gross Domestic Product (GDP) dan Gross National Product (GNP). Dari kedua konsep tersebut melahirkan konsep Gross Domestic Regional Product (GDRP), Net National Product (NNP), Net National Income (NNI), Personal Income (PI), dan Disposable Income (DI) .

Setuju atau Tidaknya Suatu Negara dikatakan Sejahtera jika diukur berdasarkan Pendapatan Nasional ?


Pendapatan Nasional bisa digunakan untuk mengukur tingkat kemakmuran suatu negara dan juga untuk mengetahui struktur perekonomian nasional dari suatu negara, contohnya adalah dengan penggunaan perhitungan pendapatan nasional dari suatu negara bisa diketahui apakah negara tersebut termasuk negara agraris atau negara industri.

Disamping itu, data pendapatan nasional juga dapat digunakan untuk menentukan besarnya kontribusi berbagai sektor perekomian terhadap pendapatan nasional, misalnya sektor pertanian, pertambangan, industri, perdaganan, jasa, dan sebagainya. Data tersebut juga digunakan untuk membandingkan kemajuan perekonomian dari waktu ke waktu, membandingkan perekonomian antarnegara atau antardaerah, dan sebagai landasan perumusan kebijakan pemerintah.

Masyarakat pelaku kegiatan ekonomi akan terus berusaha memperoleh pendapatan untuk memenuhi semua kebutuhan sehingga menjadikan masyarakat makmur. Jika seluruh pendapatan atau pengeluaran yang dilakukan pelaku ekonomi di dalam suatu negara dijumlahkan maka akan terbentuklah pendapatan nasional. Besarnya pendapatan nasional ditentukan oleh jumlah produk yang dihasilakan oleh para pelaku ekonominya.


Setuju atau tidaknya suatu negara dikatakan sejahtera atau maju atau tidaknya jika hanya diukur berdasarkan Pendapatan Nasionalnya saja tergantung pendapat kita masing-masing.Dan sebetulnya Pendapatan Nasional itu sendiri artinya jumlah pendapatan yang diterima oleh seluruh rumah tangga keluarga (RTK) disuatu negara dari penyerahan faktor-faktor produksi dalam satu periode,biasanya dalam jangka waktu satu tahun.
Dan menurut saya, Sebenarnya suatu Negara yang dikatakan Sejahtera atau maju jika hanya diukur berdasarkan pendapatan nasionalnya itu tidak dibenarkan menurut saya.Karena buktinya saja saat ini pendapatan nasional Indonesia bisa di bilang sejahtera atau maju dari segi agraris atau dari sektor pertaniannya itu dimata dunia, tetapi sebetulnya itu masih ada saja masyarakat-masyarakatnya yang masih kelaparan,miskin dan jauh dari kata sejahtera.itulah yang tidak bisa dilihat dari segi pendapatan nasionalnya yang bisa menyimpulkan dengan mudahnya suatu masyarakat itu sejahtera dilihat dari segi pendapatan nasionalnya saja, karena sebetulnya jika dilihat lebih dalam masih banyak masyarakat yang jauh dari kata sejahtera jika diukur berdasarkan pendapatan nasionalnya saja.

Minggu, 20 Maret 2011

Tugas Perekonomian Indonesia 2 "AKU BANGGA INDONESIA"

NAMA : ARIETSYA LISVINANDA

KELAS : 1EB21

NPM : 29210229




KATA PENGANTAR

Puji syukur atas kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan tugas penulisan makalah Perekonomian Indonesia tentang “AKU BANGGA INDONESIA” .

Adapun tujuan penulisan dari makalah ini untuk memenuhi syarat – syarat dari kriteria penilaian tugas Perekonomian Indonesia .Dan semoga penulisan makalah ini bisa bermanfaat untuk para pembaca .

Akhir kata saya ucapkan terima kasih kepada bapak dosen pembimbing mata kuliah Perekonomian Indonesia karena telah memberikan kesempatan untuk memberi penambahan nilai tugas dalam pembuatan penulisan makalah ini . Kurang lebih saya minta maaf apabila ada salah-salah kata dalam pembuatan penulisan makalah ini .

PENDAHULUAN

I . Latar Belakang

Krisis ekonomi yang terjadi di Indonesia pada dasarnya merupakan akibat dari semakin cepatnya proses integrasi perekonomian Indonesia ke dalam perekonomian global, dimana pada saat yang sama perangkat kelembagaan bagi bekerjanya ekonomi pasar yang efisien belum tertata dengan baik. Di satu sisi, keterbukaan perekonomian dengan sistem devisa bebas dan berbagai langkah deregulasi yang ditempuh Pemerintah telah memberikan manfaat yang besar bagi perkembangan perekonomian domestik yang bergerak terus secara dinamis. Kegairahan dunia usaha yang didukung oleh kondisi ekonomi yang stabil telah mengundang masuknya modal asing dalam jumlah besar, khususnya dari sektor swasta. Berbagai perkembangan ini, ditambah dengan proses privatisasi yang semakin kuat, telah menjadi faktor pendorong penting bagi tingginya kegiatan ekonomi Indonesia.

II . Perumusan Masalah

1. Jelaskan keterbelakangan di Indonesia dalam hal perekonomian ?

2. Bagaimana cara pemerintah menanggulangi kemiskinan ?

3. Apa saja permasalahan yang dihadapi pemerintah terkait dengan lapangan kerja ?

4. Bagaimana langkah atau kebijakan pemerintah untuk menanggulangi masalah pengangguran di Indonesia ?

PEMBAHASAN

Aku bangga menjadi warga negara Indonesia . Karena disinilah tempat aku tinggal , dilahirkan , dan dibesarkan . Kita sebagai warga negara Indonesia harus bangga sebagai bangsa Indonesia yang memiliki Pancasila sebagai falsafah negara. Aku bangga Indonesia yang memiliki beragam kebudayaan , suku , bahasa , dan berbagai macam politik , serta kaya akan hasil alamnya yang berlimpah . Dan menjadi salah satu negara yang memiliki jumlah penduduk paling banyak di dunia .

Namun , adapun beberapa hal yang mencakup masalah-masalah terkait dalam keterpurukan/keterbelakangan dari negara yang kita banggakan Indonesia diantaranya dalam masalah perekonomian . Keterbelakangan secara umum diartikan sebagai suatu kelambatan dalam perkembangan/ketinggalan dalam kemajuan . Keterbelakangan dari segi ekonomi di Indonesia secara umum tampak pada rendahnya pendapatan perkapita , terbatasnya pasar berbagai macam barang , rendahnya tingkat spesialisasi , dan rendahnya penggunaan uang giral perkapita .

Di negara berkembang seperti Indonesia ini tingkat kemiskinannya masih tinggi , adapun cara pemerintah untuk menanggulangi kemiskinan dengan penyediaan kebutuhan pokok untuk keluarga miskin , pengembangan sistem jaringan sosial , pengembangan budaya masyarakat miskin .

Dalam perekonomian Indonesia banyak sekali masalah yang dihadapi oleh pemerintah terkait dengan lapangan kerja yaitu besarnya angkatan kerja yang tidak seimbang dengan kesempatan kerja , struktur lapangan kerja yang tidak seimbang , kebutuhan jumlah dan jenis tenaga terdidik serta penyediaan tenaga terdidik tidak seimbang , penyediaan dan pemanfaatan tenaga kerja antar daerah yang tidak seimbang .

Terkait dengan masalah lapangan kerja , kebijakan yang harus diambil pemerintah untuk mengatasinya adalah menciptakan lapangan kerja selaras dengan kebijakan ekonomi makro yang berlandaskan pada upaya pengurangan pengangguran di berbagai sektor wilayah , meningkatkan kompetensi , dan kemandirian tenaga kerja melalui diklat , meningkatkan kesejahteraan tenaga kerja melalui penetapan system pengupahan dan jaminan kesejahteraan pekerja .

Dari masalah-masalah yang telah aku bahas diatas tentang keterbelakangan dari segi ekonomi kemiskinan , lapangan kerja , dan cara mengatasi pengangguran kita sebagai generasi pemuda-pemudi Indonesia penerus bangsa harus bisa membuat negara Indonesia menjadi negara yang lebih maju bukan lagi sebagai negara berkembang yang banyak masalah ekonomi . Maka dari itu aku tetap bangga dan cinta terhadap negara ku Indonesia . Dan aku berharap masalah-masalah keterbelakangan Indonesia bisa diatasi oleh pemerintah sehingga tidak ada lagi keterpurukan dari masyarakatnya yang mengeluh akan kebutuhan ekonominya . Sehingga kita dapat menjadi masyarakat yang makmur dan sejahtera .

Ekonomi Indonesia

Selama lebih dari 30 tahun pemerintahan Orde Baru Presiden Soeharto, ekonomi Indonesia tumbuh dari GDP per kapita $70 menjadi lebih dari $1.000 pada 1996. Melalui kebijakan moneter dan keuangan yang ketat, inflasi ditahan sekitar 5%-10%, rupiah stabil dan dapat diterka, dan pemerintah menerapkan sistem anggaran berimbang. Banyak dari anggaran pembangunan dibiayai melalui bantuan asing.

Pada pertengahan 1980-an pemerintah mulai menghilangkan hambatan kepada aktivitas ekonomi. Langkah ini ditujukan utamanya pada sektor eksternal dan finansial dan dirancang untuk meningkatkan lapangan kerja dan pertumbuhan di bidang ekspor non-minyak. GDP nyata tahunan tumbuh rata-rata mendekati 7% dari 1987-1997, dan banyak analisis mengakui Indonesia sebagai ekonomi industri dan pasar utama yang berkembang.

Tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi dari 1987-1997 menutupi beberapa kelemahan struktural dalam ekonomi Indonesia. Sistem legal sangat lemah, dan tidak ada cara efektif untuk menjalankan kontrak, mengumpulkan hutang, atau menuntut atas kebangkrutan. Aktivitas bank sangat sederhana, dengan peminjaman berdasarkan-"collateral" menyebabkan perluasan dan pelanggaran peraturan, termasuk batas peminjaman. Hambatan non-tarif, penyewaan oleh perusahaan milik negara, subsidi domestik, hambatan ke perdagangan domestik, dan hambatan ekspor seluruhnya menciptakan gangguan ekonomi.

Krisis finansial Asia Tenggara yang melanda Indonesia pada akhir 1997 dengan cepat berubah menjadi sebuah krisis ekonomi dan politik. Respon pertama Indonesia terhadap masalah ini adalah menaikkan tingkat suku bunga domestik untuk mengendalikan naiknya inflasi dan melemahnya nilai tukar rupiah, dan memperketat kebijakan fiskalnya. Pada Oktober 1997, Indonesia dan International Monetary Fund (IMF) mencapai kesepakatan tentang program reformasi ekonomi yang diarahkan pada penstabilan ekonomi makro dan penghapusan beberapa kebijakan ekonomi yang dinilai merusak, antara lain Program Permobilan Nasional dan monopoli, yang melibatkan anggota keluarga Presiden Soeharto. Rupiah masih belum stabil dalam jangka waktu yang cukup lama, hingga pada akhirnya Presiden Suharto terpaksa mengundurkan diri pada Mei 1998. Di bulan Agustus 1998, Indonesia dan IMF menyetujui program pinjaman dana di bawah Presiden B.J Habibie. Presiden Gus Dur yang terpilih sebagai presiden pada Oktober 1999 kemudian memperpanjang program tersebut.

PENUTUP

KESIMPULAN

Kita sebagai warga negara Indonesia terutama para pemuda pemudi Indonesia yang menjadi generasi penerus bangsa harus bangga terhadap negara tercinta yaitu Indonesia. Bangga terhadap hasil kekayaan alam Indonesia yang melimpah ruah, bangga terhadap kebudayaannya yang beraneka ragam. Walaupun Indonesia masih mempunyai masalah yaitu perekonomiannya yang masih keterbelakangan, tingkat kemiskinan di Indonesia yang masih tinggi, ketidaksetaraan antara lapangan kerja dan tenaga kerja yang menimbulkan banyaknya pengangguran di Indonesia.

SARAN

Kerjasama & dukungan dari pemerintah sangat dibutuhkan untuk memajukan kesejahteraan perekonomian Indonesia.